Hal yang menyenangkan adalah perjalanan pulang dan balik kampung. Mendapat kesempatan melalui perjalanan, berarti mendapat kesempatan memperhatikan.
Kita akan menyadari betapa kecilnya kita di dunia ini. Mungkin hanyalah titik atau koma, ayau hanya partikel penyusun titik atau koma.
Menyadarkan kita pada luasnya kekuasaanNya.
Melalui jalan yang sama di waktu yang berbeda, kita akan menyadari bahwa musim itu dipergilirkan. Untuk memberi pelajaran, bahwa siklus kehidupan kita terdiri dari kondokondisi enak dan tidk enak, nyaman dan tidak nyaman. Mengapa kita harus menyadari?
Supaya bertambahlah rasa syukur kita dan belajar hal baik selalu bisa kita usahakan.
Senin, 12 Desember 2016
Rabu, 07 Desember 2016
Bayar Hutang
Menyesallah bila waktu berlalu tanpa ada kegiatan berarti untuk kehidupan kita. Untuk perkembangan kita, untuk bisnis kita, untuk pendidikan kita, untuk cita-cita kita, untuk kebaikan kita, untuk akherat kita.
Menyesallah sekarang jangan nanti. Menyesallah untuk hal baik yang kita abaikan. Menyesallah untuk pilihan benar yang kita tinggalkan.
Menyesallah dan perbaiki kesalahan-kesalahan yang terlanjur dibuat. Bayar kesalahan dengan bekerja lebih keras, tekad yang kuat/komitmen, dan usaha giat. Anggap semua kesalahan kita sebagai hutang. Bayar segera sedikit demi sedikit. Pencapaian yang kita peroleh akan melunasinya.
Agar tekad dan komitmen kuat, mari kita anggap itu hutang yang harus segera dibayar.
Karena hutang adalah pinjaman yang wajib kita bayar selamanya maka kewajiban itu harus kita tunaikan sampai menutup mata
Menyesallah sekarang jangan nanti. Menyesallah untuk hal baik yang kita abaikan. Menyesallah untuk pilihan benar yang kita tinggalkan.
Menyesallah dan perbaiki kesalahan-kesalahan yang terlanjur dibuat. Bayar kesalahan dengan bekerja lebih keras, tekad yang kuat/komitmen, dan usaha giat. Anggap semua kesalahan kita sebagai hutang. Bayar segera sedikit demi sedikit. Pencapaian yang kita peroleh akan melunasinya.
Agar tekad dan komitmen kuat, mari kita anggap itu hutang yang harus segera dibayar.
Karena hutang adalah pinjaman yang wajib kita bayar selamanya maka kewajiban itu harus kita tunaikan sampai menutup mata
Selasa, 06 Desember 2016
Berdamai dengan masa lalu
Di bulan desember setiap tahun atau setiap akhir pekan atau setiap malam dalam sehari biasanya kita menyempatkan diri duduk untuk merenung. Memikirkan berbagai hal yang telah kita alami, semua mimpi yang sudah atau belum terwujud. Perputaran masa yang telah lalu adalah kaleidoskop perjalanan hidup kita. Kita akan membuka semua memori yang ada di kepala dan hati kita. Segala kejadian yang sengaja atau tidak sengaja.
Sadar atau tidak sadar, yang kita lakukan, yang kita putuskan pasti berdampak bagi kehidupan kita di masa mendatang.
.
Kenangan itu menyegarkan ingatan seseorang. Bisa jadi membawa kita pada gambaran kehidupan masa lalu. Jelasnya sebagai bahan introspeksi. Jelasnya lagi untuk bersyukur atas apa yang telah kita miliki saat ini. Apapun kenyataan masa lalu, baik pedih, perih, senang, dan gembira.
Kehidupan yang kita jalani sekarang adalah dampak kehidupan masa lalu, efek dari pilihan-pilihan yang kita ambil. Kehidupan yang benar di masa lalu tentu akan menjadi kesuksesan di masa sekarang. Pun sebaliknya. Namun, bukan berarti kesalahan masa lalu membuat hari ini berakhir. Tidaak. Justru menjadi titik perjuangan untuk menjadi lebih baik.
Karenanya orang bijak menyarankan hiduplah hari ini. Karena hari ini akan segera menjadi masa lalu.
Hidup hari ini mengartikan bahwa kita seharusnya mengoptimalkan semua potensi yang kita miliki, memaksimalkan waktu yang kita punya untuk melakukan semua hal yang bisa kita kerjakan dengan cara terbaik dan merupakan kegiatan baik.
.
Sesekali kita memang harus melihat masa lalu. Kehidupan atau tindakan masa lalu yang kurang baik dijadikan pelajaran dan motivasi untuk berbuat lebih baik. Jangan sampai menggayuti langkah kita hari ini.
Ikhlaskan yang telah berlalu. Hanya untuk kita cepat move on.
Abaikan yang sudah berlalu. Hanya untuk kita cepat bertindak.
Pelajari yang sudah berlalu. Hanya untuk mendapatkan kunci bahagia di masa depan.
Satu hal yang penting untuk diakui. Jangan takut pada masa lalu. Bila masih ada masalah dengan masa lalu, selesaikan sekarang juga. Itu adalah cara berdamai dengan masa lalu. Agar masalah di masa lalu tidak menjegal kehidupan masa datang.
So, bergegas bangkit dari masa lalu. Ia sekedarnya saja. Berjalanlah hari ini. Ia masa depan kita. Pikirkan masa depan, ialah yang akan kita tuju.
Sadar atau tidak sadar, yang kita lakukan, yang kita putuskan pasti berdampak bagi kehidupan kita di masa mendatang.
.
Kenangan itu menyegarkan ingatan seseorang. Bisa jadi membawa kita pada gambaran kehidupan masa lalu. Jelasnya sebagai bahan introspeksi. Jelasnya lagi untuk bersyukur atas apa yang telah kita miliki saat ini. Apapun kenyataan masa lalu, baik pedih, perih, senang, dan gembira.
Kehidupan yang kita jalani sekarang adalah dampak kehidupan masa lalu, efek dari pilihan-pilihan yang kita ambil. Kehidupan yang benar di masa lalu tentu akan menjadi kesuksesan di masa sekarang. Pun sebaliknya. Namun, bukan berarti kesalahan masa lalu membuat hari ini berakhir. Tidaak. Justru menjadi titik perjuangan untuk menjadi lebih baik.
Karenanya orang bijak menyarankan hiduplah hari ini. Karena hari ini akan segera menjadi masa lalu.
Hidup hari ini mengartikan bahwa kita seharusnya mengoptimalkan semua potensi yang kita miliki, memaksimalkan waktu yang kita punya untuk melakukan semua hal yang bisa kita kerjakan dengan cara terbaik dan merupakan kegiatan baik.
.
Sesekali kita memang harus melihat masa lalu. Kehidupan atau tindakan masa lalu yang kurang baik dijadikan pelajaran dan motivasi untuk berbuat lebih baik. Jangan sampai menggayuti langkah kita hari ini.
Ikhlaskan yang telah berlalu. Hanya untuk kita cepat move on.
Abaikan yang sudah berlalu. Hanya untuk kita cepat bertindak.
Pelajari yang sudah berlalu. Hanya untuk mendapatkan kunci bahagia di masa depan.
Satu hal yang penting untuk diakui. Jangan takut pada masa lalu. Bila masih ada masalah dengan masa lalu, selesaikan sekarang juga. Itu adalah cara berdamai dengan masa lalu. Agar masalah di masa lalu tidak menjegal kehidupan masa datang.
So, bergegas bangkit dari masa lalu. Ia sekedarnya saja. Berjalanlah hari ini. Ia masa depan kita. Pikirkan masa depan, ialah yang akan kita tuju.
Senin, 05 Desember 2016
Menggapai mimpi:sabar itu harus
Saya tetap tidak paham apakah sabar itu terbatas atau tidak terbatas.
Pengertian sabar antara lain memberi waktu pada sesuatu. Sabar juga diartikan sebagai menahan diri. Sabar itu merupakan keadaan hati untuk tetap teguh pada pendirian dalam menjalani suatu keadaan.
Menggapai mimpi adalah keinginan banyak orang. Perjalanan menggapai mimpi itu tidak mudah. Bila kita perhatikan kisah orang-orang yang telah sukses menggapai mimpi, salah satu kuncinya adalah bersabar. Sabar menjalani proses yang mungkin lama, naik turun progresitasnya, dan banyak lika-liku termasuk di dalamnya godaan untuk berhenti. Hal ini tentu akan menguras tenaga, waktu, dan pikiran.
Namun orang yang ingin sukses akan menanamkan dalam pikiran mereka "Aku Pasti Bisa", maka dari itu ia bersabar. Berusaha sungguh-sungguh dan berusaha 'menikmati' semua proses terberat sekalipun. Ia akan berpikir "Tidak apa-apa karena ini tidaklah seberapa".
Di dalam pikiran mereka gambaran mimpi sangat jelas. Jadi wajar bila segala rintangan dan hambatan itu dianggapnya sebagai hal kecil dan bersifat sementara. Rintangan, hambatan, perasaan tidak enak, dan sebangsanya adalah kondisi tidak nyaman. Kondisi tidak nyaman itulah harga yang harus dibayar. Harga yang relatif kecil bila dibandingkan dengan bila kita biasa-biasa saja seperti kebanyakan orang karena akan mendapatkan hal biasa juga.
Kalau kita ingin menjadi orang yang lebih dari biasa maka bersabar adalah sebuah keharusan.
*Terinspirasi dari seorang kawan dan buku Champion
flash fiction
"Itu tidak mungkin. Aku tidak bisa melakukannya, Don. Aku pemalu. Dan juga kurang ilmu."
"Kita kan tidak tahu. Kau hanya mencoba melakukannya. Toh, yang kita lakukan bukan kesalahan. Ayolah, Bagus...ini buat masa depan kita. Mendaftarlah bersamaku!"
"Kau tahu Doni, aku selalu grogi bicara di depan orang. Bagaimana kalau kita gagal?"
"Kita belum mencoba dan kau sudah bilang gagal? Kita tidak ada kemajuan bila tidak mencoba beasiswa ini. Baiklah, kita akan bersama-sama mengajukan persyaratannya terlebih dahulu. Bila lolos kita tinggal bersiap untuk wawancara. Bagaimana? Kita saling mendukung, kita akan belajar bersama."
Bagus berlalu dari hadapan Doni. Beberapa menit kemudian muncul dari kamar dengan pakaian rapi dan sebuah map di tangan kanannya. Doni tersenyum lebar.
"Kita kan tidak tahu. Kau hanya mencoba melakukannya. Toh, yang kita lakukan bukan kesalahan. Ayolah, Bagus...ini buat masa depan kita. Mendaftarlah bersamaku!"
"Kau tahu Doni, aku selalu grogi bicara di depan orang. Bagaimana kalau kita gagal?"
"Kita belum mencoba dan kau sudah bilang gagal? Kita tidak ada kemajuan bila tidak mencoba beasiswa ini. Baiklah, kita akan bersama-sama mengajukan persyaratannya terlebih dahulu. Bila lolos kita tinggal bersiap untuk wawancara. Bagaimana? Kita saling mendukung, kita akan belajar bersama."
Bagus berlalu dari hadapan Doni. Beberapa menit kemudian muncul dari kamar dengan pakaian rapi dan sebuah map di tangan kanannya. Doni tersenyum lebar.
Jumat, 02 Desember 2016
Tertibkan Hidup
Ada pekerjaan rumah yang membuatku sangat malas mengerjakannya. Setrika. Ya, karena pekerjaan ini susul menyusul sepert i tiada habisnya. Dan membutuhkan waktu yang lumayan lama. Saya seperti kehabisan waktu setelahnya.
Namun, aku akan mendapatkan kepuasan setelah melihatnya rapih dan enak dipandang. Maka yang seharusnya aku lakukan adalah kerjakan saja dengan memikirkan aku butuh kondisi rapi untuk menenangkan pikiranku.
Coba kita bayangkan bila kita biarkan rumah berantakan dan kita sedang mempunyai masalah. Bukankah itu menjadi pemicu amarah. Bukankah itu menambah keruwetan pikiran.
Klo kita tidak punya banyak waktu beberes seharusnya kita membiasakan tertib, menempatkan benda di tempatnya, membereskan barang setiap saat, setiap kita lihat sesegera mungkin, secepat yang kita bisa, sepanjang kita melihat tanpa menunda atau "ntar".
Memaksa diri kita tertib dalam hidup kita akan memudahkan kita untuk mendapatkan bahagia. Kita tidak akan kehabisan waktu terlalu banyak hanya untuk beberes rumah karena rumah selalu beres. Kita tidak akan kehabisan waktu hanya untuk mencari barang.
Jangan pikirkan kata malas tetapi pikirkan yang kita inginkan. Tata hidup kita untuk selalu tertib agar kita mudah menatap masa depan.
Telan segala hal negatif yang menggerogoti kepribadian kita, hidup kita. Dan hancurkan dengan segala hal yang positif. Bawa hidup kita ke dalam kehidupan yang sehat, positif, dan berenergi.
Ini kalimat yang saya peroleh dari seorang difabel, " Jangan pernah berpikir keterbatasan fisik menghalangi gerak langkah kita untuk berkarya. Jadikan kekurangan kita menjadi kekuatan untuk terus maju!"
Bukankah ini kalimat luar biasa?
Karena hidup kita sangat tergantung pada sikap dan usaha kita.
Ah, tertib dn disiplin itu sebenarnya ajaran islam. Contoh yang setiap hari adalah jadwal sholat. Bukankah ini sudah sangat jelas. Kita akan tertinggal bila kita tidak melaksanakan dengan tertib.
So, mari tertibkan diri barulah kita mampu menertibkan orang lain.
Namun, aku akan mendapatkan kepuasan setelah melihatnya rapih dan enak dipandang. Maka yang seharusnya aku lakukan adalah kerjakan saja dengan memikirkan aku butuh kondisi rapi untuk menenangkan pikiranku.
Coba kita bayangkan bila kita biarkan rumah berantakan dan kita sedang mempunyai masalah. Bukankah itu menjadi pemicu amarah. Bukankah itu menambah keruwetan pikiran.
Klo kita tidak punya banyak waktu beberes seharusnya kita membiasakan tertib, menempatkan benda di tempatnya, membereskan barang setiap saat, setiap kita lihat sesegera mungkin, secepat yang kita bisa, sepanjang kita melihat tanpa menunda atau "ntar".
Memaksa diri kita tertib dalam hidup kita akan memudahkan kita untuk mendapatkan bahagia. Kita tidak akan kehabisan waktu terlalu banyak hanya untuk beberes rumah karena rumah selalu beres. Kita tidak akan kehabisan waktu hanya untuk mencari barang.
Jangan pikirkan kata malas tetapi pikirkan yang kita inginkan. Tata hidup kita untuk selalu tertib agar kita mudah menatap masa depan.
Telan segala hal negatif yang menggerogoti kepribadian kita, hidup kita. Dan hancurkan dengan segala hal yang positif. Bawa hidup kita ke dalam kehidupan yang sehat, positif, dan berenergi.
Ini kalimat yang saya peroleh dari seorang difabel, " Jangan pernah berpikir keterbatasan fisik menghalangi gerak langkah kita untuk berkarya. Jadikan kekurangan kita menjadi kekuatan untuk terus maju!"
Bukankah ini kalimat luar biasa?
Karena hidup kita sangat tergantung pada sikap dan usaha kita.
Ah, tertib dn disiplin itu sebenarnya ajaran islam. Contoh yang setiap hari adalah jadwal sholat. Bukankah ini sudah sangat jelas. Kita akan tertinggal bila kita tidak melaksanakan dengan tertib.
So, mari tertibkan diri barulah kita mampu menertibkan orang lain.
Kamis, 01 Desember 2016
Menjadi sopir
Kalau ingin melihat diri sendiri, setirlah kendaraan Anda dan jangan hanya jadi penumpang.
.
Kadangkala kita baru menyadari siapa diri kita saat kita berkendara, menyetir sendiri di jalan raya bukan sebagai penumpang.
Kondisi di jalan raya adalah refleksi hidup kita, bagaimana kita bersikap selama di perjalanan.
Ada banyak kejadian di jalan raya, orang lain yang berjalan ngawur, berbelok tanpa memberi tanda dan tiba-tiba, orang menyebrang tidak di tempatnya dan santai, orang yang berkendara ragu-ragu di depan kita, orang yang berkendara terlalu pelan di depan kita atau sebaliknya. Masih banyak sekali kejadian, lalu kita masuk yang mana?
Berjalan normal di jalurnya atau berjalan lambat di jalur cepat atau berjalan cepat di jalur lambat?
Lalu kita bagaimana? Mengumpat, mengomel, membunyikan klakson keras-keras, dan menyalahkan orang lain? atau tetap tenang dan sabar?
Rupa-rupa itulah yang nampaknya Allah tunjukkan kepada kita bahwa hidup kita benar-benar hanya sebentar maka disuruhlah kita memilih yang seharusnya, bukan sekedar sebaiknya.
.
Menyetir sendiri sama artinya dengan kita menjadi sopir. Kitalah sopir pribadi kita sendiri. Kita akan tahu cara menyikapi hidup dalam menghadapi berbagai kondisi. Kitalah yang bertanggung jawab atas semua kejadian dalam hidup kita. Kitalah yang bertanggung jawab atas kejadian yang kita inginkan. Bahagia kita, sedih kita, sukses kita, gagal kita. Kitalah sopirnya (penentunya).
Jadi kita bisa membawa hidup kita itu pelahan tapi pasti, santai-santai, buru-buru, ngawur tanpa perhitungan,...terserah kita. Karena kita yang menguasai kendaraan kita. Mau zig-zag juga boleh. Hanya satu yang kita tahu, konsekuensi. Semua sikap kita pastilah berbalik pada kita sendiri.
Dari situ, kita akan berpikir kalau ingin selamat di dalam perjalanan dan sampai tujuan kita pasti akan hati-hati, tetap tenang, dan tetap berkendara.
.
Kadangkala kita baru menyadari siapa diri kita saat kita berkendara, menyetir sendiri di jalan raya bukan sebagai penumpang.
Kondisi di jalan raya adalah refleksi hidup kita, bagaimana kita bersikap selama di perjalanan.
Ada banyak kejadian di jalan raya, orang lain yang berjalan ngawur, berbelok tanpa memberi tanda dan tiba-tiba, orang menyebrang tidak di tempatnya dan santai, orang yang berkendara ragu-ragu di depan kita, orang yang berkendara terlalu pelan di depan kita atau sebaliknya. Masih banyak sekali kejadian, lalu kita masuk yang mana?
Berjalan normal di jalurnya atau berjalan lambat di jalur cepat atau berjalan cepat di jalur lambat?
Lalu kita bagaimana? Mengumpat, mengomel, membunyikan klakson keras-keras, dan menyalahkan orang lain? atau tetap tenang dan sabar?
Rupa-rupa itulah yang nampaknya Allah tunjukkan kepada kita bahwa hidup kita benar-benar hanya sebentar maka disuruhlah kita memilih yang seharusnya, bukan sekedar sebaiknya.
.
Menyetir sendiri sama artinya dengan kita menjadi sopir. Kitalah sopir pribadi kita sendiri. Kita akan tahu cara menyikapi hidup dalam menghadapi berbagai kondisi. Kitalah yang bertanggung jawab atas semua kejadian dalam hidup kita. Kitalah yang bertanggung jawab atas kejadian yang kita inginkan. Bahagia kita, sedih kita, sukses kita, gagal kita. Kitalah sopirnya (penentunya).
Jadi kita bisa membawa hidup kita itu pelahan tapi pasti, santai-santai, buru-buru, ngawur tanpa perhitungan,...terserah kita. Karena kita yang menguasai kendaraan kita. Mau zig-zag juga boleh. Hanya satu yang kita tahu, konsekuensi. Semua sikap kita pastilah berbalik pada kita sendiri.
Dari situ, kita akan berpikir kalau ingin selamat di dalam perjalanan dan sampai tujuan kita pasti akan hati-hati, tetap tenang, dan tetap berkendara.
Langganan:
Postingan (Atom)
Kucing
Hanya terdengar dengung kipas angin yang menempel di tembok, detak jantung jam dinding, bunyi kemeruyuk di dalam perutku, dan tarikan napask...
-
"Plak ... plak ... plak!" "Aaww ... aawww ...sakiit!" Teriakanku tak mampu menghentikan benda keras yang terus saja ...
-
Aku cahaya Yang menghangatkan sepanjang siang Dan menerangi sepanjang malam Aku jiwa pengelana Bergerak perlahan dan menderas di saat t...
-
Sudah seminggu Nara Ratih tidur cepat-cepat. Ia menolak semua ajakan hangout teman-temannya. Mematikan hand phone, dan mengga...