Selasa, 27 Desember 2016

Harga diri

Kita nyaman berkawan karena dihargai.
Kita menghargai maka kita akan dihargai.  Kita dihargai karena ada nilai-nilai diri kita yang diakui. Namun secara fisik kita juga diakui apa adanya.

Menghargai bisa jadi sebagai akibat bisa jadi sebagai sebab tergantung konteks-nya.

Kita menghargai seseorang karena kita butuh menghargai. Ada kebutuhan memberi penghormatan sebagai  wujud kasih sayang. Menghargai berarti kita mengakui keberadaan fisik dan non fisik.
Fisik berupa badan wada' sementara non fisik berupa pemikiran dan perasaan.

Kita butuh dihargai karena kita makhluk yang sama, meski begitu ada pembedanya di mata  Tuhan yaitu ketakwaan. Di mata manusia yaitu ilmu dan amal.

Kita menghargai boleh jadi karena beberapa alasan antara lain membalas jasa, menyayangi, dan wujud ketaatan pada perintah Tuhan.

Harga diri ditentukan oleh diri kita. Dan lidah dan sikap kita menjadi penentu nilai harga diri kita. Harga diri kita tinggi bila sikap dan perkataan kita dipenuhi segala hal yang baik. Begitu pula sebaliknya.

Senin, 26 Desember 2016

Mengukur Diri

Setiap malam  Atau tjelang tidur dalam sehari, setiap sabtu dalam sepekan. Setiap tanggal 28 atau 29 atau 30 atau 31 dalam sebulan. Setiap bulan desember setiap tahunnya.

Kita menghitung-hitung, mengukur-ukur semua hal yang telah terjadi dalam hidup kita.  Semua perasaan dalam hati kita. Setiap pikiran dalam otak kita.

Mengukur waktu yang kita miliki dan pekerjaan yang kita punyai.
Apa hasil yang telah didapatkan.
Apakah sebuah manfaat, apakah menuju pada cita-cita atau sebaliknya.

Hidup kita diukur dari seberapa banyak hal positif dalam hidup kita. Hati kita, otak kita, aktivitas kita.

Lalu apa yang sudah kita lakukan? Adakah hal-hal bermakna yang bermanfaat bagi diri kita sendiri dan orang lain?

Tidak mudah kita mengukur-ukur diri namun tidak mungkin tidak. Itulah yang harus kita lakukan supaya kita tahu semakin tumbuhkah kita atau seberapa tumbuh kita.

Membayangkan diri kita seperti pohon yang tumbuh dari sebuah benih kemudian tumbuh dengan dipengaruhi lingkungan berupa tempat tumbuh, faktor cuaca dan perawatanperawatan. Perawatan adalah usaha yang bisa dimanipulasi, bisa dilakukan percepatanpercepatan tumbuh. Hingga menghasilkan buah. Kemanfaatan itulah hasil dari pohon.

Maka menjadilah pohon yang berulangkali berbuah. Minimal sekali menghasilkan. Dari pada sama sekali mandul.

Berusaha terus tumbuh apapun lingkungan tumbuh kita.

Memutuskan untuk terus bermimpi

Di jakartaku aku terus bermimpi
Hingga langkah kecilku terbiasa
Mengabaikan semua penat
Mengabaikan segala luka

Mimpi adalah dunia yang asing
Namun indah di dalam benak

Mimpi adalah dunia yang belum aku miliki
Yang ingin aku hidup di dalamnya
Yang ingin aku merasakan
Dan yang memuaskanku

Mimpi bagaikan taman surga
Yang bisa melenakan
Sekaligus memaksa raksasa bangun dari tidurnya

Tahun yang telah berlalu
Adalah jejak kaki
Dan hasil perbuatanku
Yang kuhitung sebagai rapor tahunanku

Maka di sinilah aku berada kini
Di antara waktu lalu dan waktu yang akan datang
Memutuskan ke mana mukaku akan menghadap

Aku
Berani menata hati
Menata pikiran
Berdiri tegak
Dan memandang lurus ke depan

Aku hadirkan cinta yang dalam
Yang akan membawaku terbang tinggi
Seperti burung mengangkasa
Mengepakkan kedua sayap
Menatap pagi dengan semangat
Menyambut senja dengan syukur


Aku akan terbang tinggi
Meraih bintang-bintangku

Kamis, 22 Desember 2016

Lihat ke dalam diri

Pernahkah Anda berpikir, Tuhan tidak adil?

Saat keinginan Anda yang menggebu itu gagal dipenuhi maka perasaan apa yang muncul kemudian?
Kecewa.
Ya, benar...kecewa, marah, kesal, dan sebangsanya bermunculan memenuhi hati dan pikiran kita. Lalu mulailah kita membandingkan diri dan keadaan kita dengan orang lain. Kita merasa kegagalan itu bukan salah kita. Tetapi faktor lain di luar diri kita. Karena kita merasa tidak bersalah. Kita merasa sudah sempurna.

Dan ketika itu penuhlah hati dan pikiran kita dengan kegalauan, tidak lagi berpikir logis. Yang ada hanyalah jalan buntu. Prasangka buruk.

Lalu apa yang kita alami? Kemunduran, kekalahan telak, dan bisa menghancurkan. Karena ia menggerogoti hati dan pikiran kita. Hidup menjadi tidak tenang dan tidak nyaman. Semua menjadi serba tidak menyenangkan. Semua menjadi serba salah. Tidak ada yang nampak benar di mata kita.

Masih mending jalan di tempat dibanding kemunduruan. Namun lebih bagus lagi kalau kita maju terus walau perlahan.

Jadi, bagaimana?
Mengubah pola pikir. Berpikir positif. Makan pikiran negatif dengan pikiran positif. Geser semua prasangka negatif oleh prasangka positif.

Dalam kehidupan ini terlalu banyak rahasia yang belum kita ketahui.

Bagaimana kalau kita anggap kegagalan sebagai tantangan?
Lihatlah diri kita dan apa saja yang diperlukan untuk bisa memenuhi keinginan menggebu kita. Apa benar sudah cukup semua upaya? Apa benar semua faktor kegagalan di luar diri kita? Apa benar karena Tuhan tidak adil?

Bagaimana kalau kita ubah dengan pernyataan "Tuhan Maha Adil"?
Apa yang kita rasakan dengan pernyataan itu?

Tenang.
Ya, benar!
Ketenangan membuat kita bisa berpikir jernih. Mengupas semua sudut pandang yang sebelumnya tidak nampak di hati kita. Kabut kecewa perlahan tersibak.

Melihat dari sisi positif. Kegagalan yang sedang kita alami adalah rahasia yang harus kita buka. Kegagalan itu merupakan jalan yang memang harus kita coba lagi...lagi...dan lagi...
Jangan bosan.

Bila kita tak mampu mengubah faktor-faktor kegagalan di luar diri kita maka marilah kita ubah diri kita menuju kesuksesan. Karena kitalah yang memiliki diri kita, bukan orang lain. Kitalah yang mengenal hati kita, pikiran kita, tingkah kita, kebiasaan kita, positif dan negatifnya kita.

Jadi, apa yang bisa kita lihat dari kita? Menyalahkan saja atau mengubah yang tidak benar menjadi benar?

Mari kita melihat dan menunjuk ke dalam diri kita agar kita mampu berbesar hati dan berpikir positif.

Rabu, 21 Desember 2016

Beri kesan pada tugas pertama

Kadangkala mengerjakan tugas untuk pertama kali terasa berat. Mengapa?
Karena kita belum tahu, belum berpengalaman, belum mendapatkan rumus, belum hafal.

Karenanya kita belum bisa menikmati tugas baru itu.  Namun sebenarnya di dalamnya terdapat tantangan, ada ilmu yang masih perlu digali, ada kesempatan menerapkan ilmu dan mengembangkannya.

Rasa berat itu berasal dari gambaran yang sudah didapat atau ketakutan yang berlebihan.

Rasa penasaranlah yang menumbuhkan semangat.
Keinginan untuk melakukan yang terbaiklah yang menjadi energi
Kepuasanlah yang menjadi bonus

Tugas pertama akan menjadi pijakan, pondasi atau tahapan bagi tugas berikutnya.

Dengan melakukannya terus menerus maka kita akan terbiasa, menjadi ahli dan profesional di bidang yang dikerjakan. Kemampuan dan keahlian kita akan bertambah  bahkan bisa jadi mampu berkreasi.

Jadi buatlah tugas pertama itu berkesan bagi kita. Beri perhatian penuh pada tugas pertama kita. Apalagi bila tugas itu bagian dari passion maka kerjalan dengan gembira agar kita ketagihan terus menerus. Dan mencintai tugas itu.


Kamis, 15 Desember 2016

Perempuan Tangguh

Perempuan itu makhluk halus. Perasaan maksudnya. Dalam dirinya dilebihkan kelembutan dan kasih sayang yang menjadikannya tempat tinggal yang nyaman.

Menjadi perempuan adalah takdir yang mesti disyukuri. Secara umum, orang akan melihat sosok perempuan pada wajahnya, tubuhnya baru kemudian hatinya, gerak-geriknya, dan juga pada aktivitasnya.

Menjadi perempuan tangguh bukanlah perempuan tanpa tangis. Tetapi perempuan yang tetap berusaha menjalani keadaan dirinya yang banyak ujian. Berusaha ikhlas dengan ujian  yang diterima.

Perempuan tangguh adalah perempuan pejuang. Ia memperjuangkan kebahagiaan diri dan keluarganya. Memperjuangkan kehidupannya, memperjuangkan prinsipnya supaya tetap bisa memberi arti dan mengambil hikmah.

Perempuan tangguh adalah ia yang tetap melangkah walau berat. Tetap optimis walau minim apresiasi.

Perempuan tangguh adalah pemimpin, pelaku, dan pendorong semangat kehidupan.
Perempuan tangguh adalah ia yang tidak mudah menyerah.
Dan air matanya hanyalah pelega segala kegalauan.

Rabu, 14 Desember 2016

Hati

Urusan hati itu urusan rumit. Dibilang seperti itu karena sifat hati yang mudah berbolak-balik. Sebentar suka, sebentar duka. Sebentar iya, sebentar tidak.  Sebentar ingkar, sebentar taat.
.
Hati adalah benda di dalam tubuh yang berfungsi sebagai  sistem eksresi. Hati pula berperan membantu ginjal menawar racun. Hati begitu penting bagi manusia sehingga tanpanya manusia tidak bisa hidup.

Hati atau hepar dalam bahasa Yunani, mengeluarkan cairan empedu. Cairan empedu inilah yang yang akan mengurai lemak di dalam usus.
.
Ada lagi istilah hati-hati, maksudnya adalah take care, pedulilah, jaga diri baik-baik. :)
.
Kembali ke hati dalam artian abstrak yang berisi emosi atau perasaan. Di dalamnya ada cinta, benci, suka, amarah, kecewa. Dan emosi inilah yang membutuhkan manajemen yang baik supaya kondisinya stabil. Tidak berlebihan dan merugikan.

Bermacam emosi yang bercokol di dalam hati adalah wajaar. Dan itu menjadi bagian hidup manusia. Namun bila salah satu emosi itu menonjol, maka ia akan menjadi karakter yang melekat pada diri kita. Yang akan menguasai tubuh kita dalam berekspresi. Terlihat dalam melakukan tindakan  sehari-hari. Terlihat dalam memutuskan sesuatu.

Maka dari itu, hati merajai tubuh manusia dan mesti dikendalikan oleh akal pikiran manusia. Pusat kendali hati ada di otak. Karenanya, kesehatan hati erletak pada kesehatan akalnya.

Kucing

Hanya terdengar dengung kipas angin yang menempel di tembok, detak jantung jam dinding, bunyi kemeruyuk di dalam perutku, dan tarikan napask...