Di jakartaku aku terus bermimpi
Hingga langkah kecilku terbiasa
Mengabaikan semua penat
Mengabaikan segala luka
Mimpi adalah dunia yang asing
Namun indah di dalam benak
Mimpi adalah dunia yang belum aku miliki
Yang ingin aku hidup di dalamnya
Yang ingin aku merasakan
Dan yang memuaskanku
Mimpi bagaikan taman surga
Yang bisa melenakan
Sekaligus memaksa raksasa bangun dari tidurnya
Tahun yang telah berlalu
Adalah jejak kaki
Dan hasil perbuatanku
Yang kuhitung sebagai rapor tahunanku
Maka di sinilah aku berada kini
Di antara waktu lalu dan waktu yang akan datang
Memutuskan ke mana mukaku akan menghadap
Aku
Berani menata hati
Menata pikiran
Berdiri tegak
Dan memandang lurus ke depan
Aku hadirkan cinta yang dalam
Yang akan membawaku terbang tinggi
Seperti burung mengangkasa
Mengepakkan kedua sayap
Menatap pagi dengan semangat
Menyambut senja dengan syukur
Aku akan terbang tinggi
Meraih bintang-bintangku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kucing
Hanya terdengar dengung kipas angin yang menempel di tembok, detak jantung jam dinding, bunyi kemeruyuk di dalam perutku, dan tarikan napask...
-
Sudah seminggu Nara Ratih tidur cepat-cepat. Ia menolak semua ajakan hangout teman-temannya. Mematikan hand phone, dan mengga...
-
Cerita pencabut rumput. Tanaman merambat berbunga kuning itu tiap bulan harua diberaihkan dari rumput-rumput yang terus tumbuh bila tidak...
-
Hampir setiap pagi aku melalui jalan mulus kecil selebar dua mobil. Jalan mandor Senan namanya. Entah sejak kapan aku suka dengan jalan ini....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar