Biarkan cinta tumbuh secara alami. Tidak perlu direkayasa atau dipaksakan. Kalau dipaksakan namanya intimidasi bukan cinta.
Cinta kepada seseorang akan tumbuh dengan sendirinya. Ketika kita bisa mengenal dan mampu memahami watak dan karakternya.
Pun ketika kekaguman merajai hati dan pikiran.
Ketika cinta itu hadir maka tumbuhlah kasih sayang. Aku menyayangimu. Engkau menyayangiku. Begitulah, ada imbal balik bila cinta itu bertemu jodohnya.
Akan saling menjaga, saling memenuhi kebutuhan, saling menperhatikan, juga saling mendukung.
Membiarkannya tumbuh dan berkembang menjadi dirinya. Hingga akhirnya mampu mengekspresikan hal terbaik yang ada di dalam dirinya.
Cinta bukan memenjarakan seseorang. Karena cinta bukan menguasai. Cinta itu memberi. Memberi yang terbaik yang kita punya dan yang bisa kita lakukan untuknya.
Cinta itu bukan menuntut karena itu menyakiti. Cinta itu ikhlas, menerima apa adanya.
Karena menuntut akan memberinya tekanan batin.
Cinta itu memberi kenyamanan. Sehingga ia bisa mekar setiap masa.
Cinta yang berselimut kasih sayang. Menentramkan dan membahagiakan.
Lalu apakah kita mendapatkan cinta setelah memberi? Atau sebaliknya?
Keduanya bisa saja terjadi. Meski paling indah ketika saling memberi.
Karena di dalamnya terdapat penerimaan dan saling mengisi.
Cinta itu indah. Percayalah....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kucing
Hanya terdengar dengung kipas angin yang menempel di tembok, detak jantung jam dinding, bunyi kemeruyuk di dalam perutku, dan tarikan napask...
-
Sudah seminggu Nara Ratih tidur cepat-cepat. Ia menolak semua ajakan hangout teman-temannya. Mematikan hand phone, dan mengga...
-
Cerita pencabut rumput. Tanaman merambat berbunga kuning itu tiap bulan harua diberaihkan dari rumput-rumput yang terus tumbuh bila tidak...
-
Hampir setiap pagi aku melalui jalan mulus kecil selebar dua mobil. Jalan mandor Senan namanya. Entah sejak kapan aku suka dengan jalan ini....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar