Seseorang yang mengenal dirinya, ia tahu kemana dan jalan apa yang dilaluinya.
Perjalanan hidup manusia itu jelas adanya yakni melalui jalan utama yang lebar dan memiliki cabang-cabang.
Jalan utama itu merupakan perjalanan kita menuju tujuan hidup. Sementara jalan cabang adalah berbagai hal yang terjadi dalam kehidupan kita yang membawa hati dan pikiran kita kadangkala berbelok, salah arah atau coba-coba.
Tidak ada yang salah dengan jalan cabang, selama kita tetap berfokus untuk menguasai pikiran dan hati kita. Jalan cabang memperkaya pengalaman dan memperluas ruang hati kita. Dengan kekayaan itu, hati dan pikiran kita bertambah dewasa sehingga mampu mengambil sikap dan tindakan cepat dan tepat.
Bagaimana pikiran dan hati yang dewasa itu?
Pikiran dewasa adalah berpikir positif dan mengarah ke depan.
Hati yang dewasa adalah hati yang sabar dan teguh pendirian.
Tahukah, bahwa kita yang telah mengenali jalan utama maka ia melihat jalan itu terang benderang? Seolah selalu diterangi oleh cahaya matahari atau lampu jalan berwatt-watt.
Sementara jalan cabang itu nampak remang-remang.
Kita butuh lampu untuk meneranginya.
Kalau mampu membuat jalan cabang bisa sama besar dan bagusnya dengan jalan utama maka lakukan. Namun bila tidak, stop. Fokus pada jalan utama kita.
Apa jalan utama kita? Tindakan atau passion kita.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kucing
Hanya terdengar dengung kipas angin yang menempel di tembok, detak jantung jam dinding, bunyi kemeruyuk di dalam perutku, dan tarikan napask...
-
Sudah seminggu Nara Ratih tidur cepat-cepat. Ia menolak semua ajakan hangout teman-temannya. Mematikan hand phone, dan mengga...
-
Cerita pencabut rumput. Tanaman merambat berbunga kuning itu tiap bulan harua diberaihkan dari rumput-rumput yang terus tumbuh bila tidak...
-
Hampir setiap pagi aku melalui jalan mulus kecil selebar dua mobil. Jalan mandor Senan namanya. Entah sejak kapan aku suka dengan jalan ini....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar