Menuju titik tujuan.
Untuk membangun komuniti diperlukan satu visi dan misi. Visi yang akan menyatukan langkah kita. Misi yang akan membimbing kita.
Ketika saatnya bergerak nanti. Kita perlu mundur sejenak kemudian meluncur maju, berpencar, menyampaikan misi dan begitu seterusnya.
Visi dan misi membuat kita lebih percaya diri karena menjadi gambaran langkah hidup.
Seperti seseorang yang melakukan perjalanan, visi ibarat tempat yang hendak kita kunjungi. Misi ibarat peta menuju tujuan.
Hidup kita tidak akan terhenti sampai di situ. Karena kita punya banyak misi yang harus ditunaikan satu per satu. Selesai melakukan satu perjalanan, tentu akan ada dorongan untuk melakukan perjalanan berikutnya.
.
Setiap kita ada kekurangan dan kelebihannya. Lalu mengapa seseorang bisa menonjol kelebihannya?
Karena orang tersebut terus berpusat pada kelebihan tanpa mengabaikan kelemahan. Kelemahan baginya bukan penghambat tetapi sebagai titik tolak untuk mengetahui kelebihannya.
Kelemahan menjadi bahan diskusi, sumber bahasan untuk menemukan celah-celah yang bisa dikuatkan. Nah, dari situlah kekuatan itu bermula.
"Mengenali kelemahan untuk menemukan kekuatan diri."
Selasa, 07 Maret 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kucing
Hanya terdengar dengung kipas angin yang menempel di tembok, detak jantung jam dinding, bunyi kemeruyuk di dalam perutku, dan tarikan napask...
-
Sudah seminggu Nara Ratih tidur cepat-cepat. Ia menolak semua ajakan hangout teman-temannya. Mematikan hand phone, dan mengga...
-
Cerita pencabut rumput. Tanaman merambat berbunga kuning itu tiap bulan harua diberaihkan dari rumput-rumput yang terus tumbuh bila tidak...
-
Hampir setiap pagi aku melalui jalan mulus kecil selebar dua mobil. Jalan mandor Senan namanya. Entah sejak kapan aku suka dengan jalan ini....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar