Aku ditegur dan langsung merasa tidak nyaman, merasa ' I am negative'
Yang menegur mukanya keruh.
Sebenarnya mungkin tidak sekeruh yang kita sangka.
Tangkapan indrawi kita diolah bersama dengan memori yang sudah melekat di dalam otak sehingga menghasilkan respon cepat semacam di atas.
Teguran itu menyentuh alam egosentris seseorang.
Teguran itu menunjukkan ada yang harus diperbaiki.
Teguran itu adalah bagian dari proses pengamatan.
Pengamatan itu adalah proses pembelajaran dan proses penyerapan ilmu.
Tujuan teguran adalah supaya keadaan bisa dikendalikan.
Tetap di bawah kontrol.
Supaya keadaan bisa dibuat menjadi lebih baik
dan kesalahan tidak terulang kembali.
Kesalahan itu ibarat kran bocor,
maka akan selalu mengurangi isi bejana air.
Kran bocor harus diperbaiki agar bejana berisi penuh bahkan melimpah.
Supaya limpahan ini bisa dialirkan dengan mudah ke tempat lain yang lebih rendah.
Jadi, biasakan menegur diri sendiri
Agar terbiasa peka dengan kesalahan diri
Agar mudah menerima teguran orang lain
dengan lapang dada
Karena hidup adalah memberi dan menerima
maka teguran adalah memberi kebaikan di satu pihak
dan menerima perbaikan di pihak lain.
Seperti tranfer uang dalam dunia perbankan agar cash flow-nya balance. Artinya mencapai kondisi ideal.
Sabtu, 10 September 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kucing
Hanya terdengar dengung kipas angin yang menempel di tembok, detak jantung jam dinding, bunyi kemeruyuk di dalam perutku, dan tarikan napask...
-
Sudah seminggu Nara Ratih tidur cepat-cepat. Ia menolak semua ajakan hangout teman-temannya. Mematikan hand phone, dan mengga...
-
Cerita pencabut rumput. Tanaman merambat berbunga kuning itu tiap bulan harua diberaihkan dari rumput-rumput yang terus tumbuh bila tidak...
-
Hampir setiap pagi aku melalui jalan mulus kecil selebar dua mobil. Jalan mandor Senan namanya. Entah sejak kapan aku suka dengan jalan ini....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar